Kamis, 19 Januari 2012

Pengenalan USART ATmega8535

USART (Universal Syschronous Asynchronous Received Transmitter) merupakan salah satu mode komunikasi yang dimiliki oleh Mikrokontroler ATMega8535. USART memiliki 2 pin (RxD dan TxD) untuk Asynchronous dan 3 bit TxD, RxD, xCK untuk Synchronous.

Untuk mengatur komunikasi USART dilakukan melalui beberapa register yaitu :

UDR (USART Data Register) adalah register yang paling penting dalam komunikasi serial ini. Sebab data yang dikirim keluar harus ditempatkan pada register ini, sedang data yang diterima dari luar dapat dibaca pada register ini pula. Pada intinya register UDR digunakan sebagai buffer untuk menyimpan data, baik yang akan dikirim maupun yang akan diterima.



Seperti yang dapat dilihat pada gambar, sejatinya UDR adalah terdiri dari 2 buah register terpisah, dengan alamat dan nama yang sama, yakni UDR. Saat kita menulis data pada UDR ini, maka  sebenarnya kita menulis data pada UDR (Write) yang kemudian USART mem-frame dengan bit-bit frame dan segera akan segera mengirimkan data tersebut secara serial. Saat kita membaca UDR, sebenarnya adalah membaca UDR (Read). Data yang diterima secara serial akan disimpan dalam register tersebut, setelah hadirnya stop bit, maka USART akan membuang frame dan menyiapkan data pada UDR (Read ) sehingga dapat segera di ambil. Kita dapat menggunakan instruksi OUT dan IN untuk menulis dan membaca register UDR ini.    
UCSRA (USART Control dan Status Register A)
adalah register yang penting. Sebegian besar adalah berisi status dari dari proses transfer komunikasi serial itu sendiri. Adapun penjelasan dari bit-bit tersebut adalah:
 Keterangan Per-bit:

Bit 7 – RxC: USART Receive Complete 
Bit ini menjadi tinggi jika ada data yang masih belum diambil atau dibaca di dalam buffer penerima ( UDR-read ). Bit ini akan otomatis rendah setelah buffer penerima telah dibaca. Jika Unit Penerima tiba-tiba dimatikan setelah diaktifkan, maka isi dalam buffer penerima akan langsung dibuang (flushed) dan bit RxC ini akan langsung dibuat rendah. Bit ini juga bisa mengaktifkan instrupsi “Receive Complete interrupt ”. Lihat penjelasan tentang bit RxCIE. Untuk mengetahui penerimaan data jika high (1) ada data baru dan jika low (0) tidak ada data baru.

Bit 6 – TxC: USART Transmit Complete
Bit ini akan otomatis tinggi saat semua frame dalam shift-register pengiriman telah digeser semuanya keluar dan jika tidak ada data baru yang berarada dalam buffer pengiriman (UDR-write). Bit TxC ini akan otomatis rendah setelah “Transmit Complete interrupt ” dijalankan, atau dengan meng-clearkan secara manual dengan cara menulis bit ini dengan nilai 1’s (tinggi). Bit TxC ini pula dapat membangkitan “Transmit Complete interrupt ”. Lihat penjelasan tentang bit TxCIE. Untuk mengetahui pengiriman data, jika high (1) ada data baru dan jika low (0) tidak ada data baru.

Bit 5 – UDRE: USART Data Register Empty
Bit UDRE ini adalah untuk menjadikan tanda jika buffer pengiriman (UDR-write) telah siap untuk diberikan data baru. Bit ini akan bernilai 1 (tinggi) , berarti kita saat itu boleh menulis UDR. Bit ini dapat membangkitkan UDRIE atau “Data Register Empty interrupt ”. Lihat penjelasan tentang bit UDRIE. Bit ini setelah reset langsung bernilai 1, yang berarti siap untuk melakukan pengiriman.

Bit 4 – FE: Frame Error
Bit ini otomatis menjadi tinggi jika saat menerima data, ternyata ada kesalahan dari frame yang diterima. Misalnya saat Unit penerima seharusnya menunggu sebuah bit Stop, ternyata data yang ada adalah 0 (rendah). Bit ini valid setelah kita membaca UDR. Harap selalu menulis bit ini dengan 0 (rendah ) saat kita sedang menulis UCSRA.

Bit 3 – DOR: Data OverRun
Bit ini akan menjadi tinggi saat kondisi overrun terjadi. Kondisi ini terjadi saat buffer penerima sudah penuh dan berisi 2 data karakter, dimana data karakter terakhir tidak bisa dipindahkan ke UDR-read, karena tidak kunjung dibaca oleh user. Bit ini valid setelah kita membaca UDR. Harap selalu menulis bit ini dengan 0 (rendah ) saat kita sedang menulis UCSRA.

Bit 2 – PE: Parity Error
Bit ini akan menjadi tinggi saat karakter yang sedang diterima ternyata memiliki format parity yang salah. Tentu saja hal ini terjadi jika bit parity checking diaktifkan (UPM1 = 1). Bit ini valid setelah kita membaca UDR. Harap selalu menulis bit ini dengan 0 (rendah ) saat kita sedang menulis UCSRA.

Bit 1 – U2X: Double the USART Transmission Speed
Bit ini hanya berlaku untuk operasi tak sinkron (asynchronous). Jika bit ini kita tulis dengan 1’s (tinggi) maka baud rate akan menjadi lebih cepat 2 kali. Hal itu terjadi karena pembagi baud rate yang biasanya membagi 16 kemudian menbagi menjadi dengan 8 saja. Tulis bit ini dengan 0’s (rendah) untuk oprasi sinkron (synchronous).

Bit 0 – MPCM: Multi-processor Communication Mode Bit ini digunakan untuk mode komunikasi Multi-Prosesor. Saat bit PMCM ini dibuat menjadi tinggi maka setiap data yang diterima oleh unit penerima, namun tidak dilengkapi dengan informasi alamat, data yang benar, maka akan diabaikan. Bit ini hanya berguna untuk penerima, dan bukan untuk pengirim.


UCSRB (USART Control dan Status Register B) 
adalah register yang penting. Sebagian besar adalah berisi status dari dari proses transfer komunikasi serial itu sendiri. Adapun penjelasan dari bit-bit tersebut adalah:
 Keterangan Per-bit:

Bit 7 – RxCIE: RX Complete Interrupt Enable
Menulis bit ini menjadi tinggi akan mengaktifkan instrupsi yang berkaitan dengan bit RxC. "USART Receive Complete interrupt" akan terjadi hanya jika bit RxCIE ini dan bit I (Global Inteurpt) milik register SREG adalah 1's (Tinggi), dan ada tingginya bit RxC milik UCSRA.

Bit 6 – TxCIE: Tx Complete Interrupt Enable
Menulis bit ini menjadi tinggi maka akan mengaktifkan interupsi pada bit TxC, yakni "USART Transmit Complete interrupt" yang akan menjalankan interupsi setiap frame dari data pengiriman selasai dikirim atau dengan kata lain terjadi interupsi setiap bit TxC menjadi tinggi. Interupsi hanya bisa terjadi jika sebelumnya bit TxCIE ini di-set tinggi dan bit Global Interupt (I) milik register UCSRA juga di-set tinggi.

Bit 5 – UDRIE: USART Data Register Empty Interrupt Enable
Menulis bit ini menjadi tinggi maka akan mengaktifkan interupsi pada bit UDRE, yakni "Data Register Empty interrupt" yang akan menjalankan interupsi saat data pada buffer pengiriman sudah kosong atau dengan kata lain setiap bit UDRE menjadi tinggi. Interupsi hanya bisa terjadi jika sebelumnya bit UDRIE ini di-set tinggi dan bit Global Interupt (I) milik register UCSRA juga di-set tinggi.

Bit 4 – RxEN: Receiver Enable
Agar unit penerima dari USART dapat bekerja, maka bit RxEN ini harus dibuat tinggi sebelumnya. Begitu dibuat tinggi, pin RxD akan diputus sebagai standar I/O dan dihubungkan dengan unit penerima USART ini. Namun jika tiba-tiba bit RxEN ini dibuat rendah kembali setelah tadinya tinggi, maka unit penerima USART akan segera menghentikan kerjanya dan membatalkan proses penerimaan data, serta membersihkan buffer penerimaan, termasuk juga bit FE, DOR, dan PE.

Bit 3 – TxEN: Transmitter Enable
Agar unit pengirim USART dapat bekerja, maka bit TxEN ini harus dibuat tinggi sebelumnya. Begitu dibuat tinggi, pin TxD akan diputus dari standar I/O dan dihubungkan dengan unit pengirim USART ini. Namun jika tiba-tiba bit TxEN ini dibuat rendah kembali setelah tadinya tinggi, maka unit pengirim USART masih harus menyelesaikan tugasnya yang terakhir, yakni mengirim data yang tersisa. Baru kemudian iUnit pengiriman USART akan berhenti dan mengembalikan port TxD menjadi standar I/O kembali.

Bit 2 – UCSZ2: Character Size
Bit ini adalah pasangan dari Bit UCSZ1 dan bit UCSZ0 milik register UCSRC, untuk menentukan jumlah data yang hendak ditransfer.

Bit 1 – RxB8: Receive Data Bit 8
Jika kita menggunakan format penerimaan data 9-bit maka bit yang terakhir yang diterima akan ditempatkan pada bit RxB8 ini. Pabrik menyarankan untuk membaca bit ini terlebih dahulu sebelum membaca 8-bit data lainnya di UDR. 

Bit 0 – TxB8: Transmit Data Bit 8 
Jika kita menggunakan format pengiriman data 9-bit maka bit yang terakhir yang hendak dikirim ditempatkan pada bit TxB8 ini. Pabrik menyarankan untuk menulis bit ini terlebih dahulu sebelum menulis 8-bit data lainnya di UDR.


UCSRC (USART Control dan Status Register C) 
regsiter ini adalah register penting, untuk melakukan kontrol pada peralatan USART. Namuin jika tidak menggunakan fungsi USART, maka boleh mengabaikan register ini seperti dalam keadaan resetnya. dengan nilai $96, yang berarti bahwa sedang meggunakannya sebagai UART, Parity-none, 1 stop bit, ukuran data 8-bit (UCSZ2 = 0).

Catatan       :  Register UCSRC adalah berbagi alamat I/O yang sama dengan register UBBRH. Lihat bagaimana mengakses UBBRH dan UCSRC pada “Accessing UBRRH/UCSRC Registers” untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap.

Bit 7 – URSEL: Register Select
Saat akan menulis port $20 maka ada dua register yang akan akan diakses, yang ditentukan dari D7 dari data yang dituliskan. Jika D7 (MSB) adalah 1 atau datanya diatas $80 maka sedang menuliskan  data pada UCSRC. Sedang jika data yang hendak dituliskan adalah dibawah $80, maka kita sedang menulis UBRRH. Bagaimana saat membaca UCSRC, pastikan sebelumnya bit ini dalam keadaan tinggi sebelumnya membaca lokasi $20 ini.

Bit 6 – UMSEL: USART Mode Select
Bit ini untuk memilih USART dijadikan mode Taksinkron (Asynchronous)  atau Sinkron (Synchronous). 

Tabel Pengaturan Mode Operasi


UMSEL
MODE
0
Asynchronous Operation
1
Synchronous Operation

Bit 5:4 – UPM1:0: Parity Mode 
Bit-bit ini adalah untuk menghidupkan pembangkit dan pemeriksa  parity. Jika diaktifkan maka akan otomatis membangkitkan parity pada setiap data yang dikirimkan dan akan memeriksa validitas parity dari setiap data yang diterima. Pada Unit penerima kita akan mendapatkan parity yang diterima, kemudian parity tersebut akan dibandingkan dengan status dari UMP0. Jika ternyata tidak cocok, maka bendera bit PE (Parity Error) pada UCSRA akan diaktifkan. 

Tabel Pengaturan Parity


UPM1
UPM0
PARITY MODE
0
0
Disabled
0
1
Reserved
1
0
Enabled, Even Parity
1
1
Enabled, Odd Parity

Bit 3 – USBS: Stop Bit Select 
Dengan membiarkan bit in menjadi 0 maka frame akan dilengkapi dengan Stop-bit selebar 1-bit. Sedang jika bit ini ditulis tinggi, maka bit stop menjadi 2-bit. Stop bit sepanjang 2-bit ini biasanya diperlukan bagi system lain yang terhubung dengan AVR akan memiliki waktu yang cukup untuk memproses data yang baru saja diterimanya, dan sudah berar-benar siap untuk menerima data berikutnya. Unit penerima USART tidak menggunakan bit ini. 

Tabel Jumlah Bit Sebagai Bit Stop

USBS
STOP BIT (s)
0
1-Bit
1
2-Bit

Bit 2:1 – UCSZ1:0: Character Size 
Menentukan karakter dari data yang hendak dikirimkan dan diterima haruslah merujuk pada bit-bit ini. Yakni bit UCSZ1 dan bit UCSZ0 milik register ini. Ditambah dengan bit UCSZ2 pada register UCSRB.

Tabel Jumlah Data Yang Di Transfer


UCSZ2
UCSZ1
UCSZ0
CHARACTER SIZE
0
0
0
5-Bit
0
0
1
6-Bit
0
1
0
7-Bit
0
1
1
8-Bit
1
0
0
Reserved
1
0
1
Reserved
1
1
0
Reserved
1
1
1
9-Bit

Bit 0 – UCPOL: Clock Polarity 
Bit ini hanya digunakan pada mode Synchronous. Dalam mode ini akan direlasikan antara daya yang diterima dan data yang dikirm dan disinkronkan dengan status dari XCX (synchronous clock). Perhatikan tabel 5 untuk mendalami bagaimana singkronikasi terjadi untuk ujung XCX (edge) yang berbeda dengan mengatur bit UCPOL ini.

Tabel Pengaturan Polaritas Dalam Mode Synchronous


UCPOL
Transmitted Data
Changed (Output of TxD Pin)
Received Data Sampled
(Input on RxD Pin)
0
Falling xCK Edge
Rising xCK Edge
1
Rising xCK Edge
Falling xCK Edge


UBRR (USART Baud Rate Register)
akhirnya kita mendapati register yang menentukan baud rate dari peralatan USART yang kita gunakan. Sebagaimana biasanya, baud rate antara AVR (sumber) dan device target haruslah sama. Hal ini menjadi sangat penting agar tidak ada transfer data palsu yang isinya diluar kemauan.



Catatan:
Register UBRRH adalah berbagi alamat I/O yang sama dengan register UBBRH. Lihat bagaimana mengakses UBBRH dan UCSRC pada “Accessing UBRRH/UCSRC Registers” untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap.

Bit 15 – URSEL: Register Select
Bit ini untuk memilih dalam mengakses alamat port $20. Seperti yang kita tahu bahwa alamat port ini dimiliki oleh 2 buah regsiter yang berbeda, yakni UBRRH dan UCSRC. Saat kita hendak menulis UBBRH maka pastikan data bit MSB atau D7 harus rendah.

Bit 14:12 – Reserved Bits
Bit ini tidak digunakan saat ini. Mungkin akan digunakan pada produksi berikutnya. Oleh karena itu kita disarankan untuk tidak menulisnya dengan nilai 1 pada bit-bit yang tidak digunakan. 

Bit 11:0 – UBRR11:0: USART Baud Rate Register 
Ini adalah merupakan register 12-bit yang mana berisi dengan pengatur baud rate USART. Register ini adalah pasangan dari register UBBRH dan UBRRL, dimana UBBRL berisi 8-bit LSB (bit-bit terbawah) dan sisanya dimiliki oleh UBRRH. Mengubah nilai dari register ini saat transmisi berlangsung, akan menyebabkan kesalahan transmisi, karena baud rate akan langsung berubah seiring dengan berubahnya nilai dari register ini.

Tabel UBRRH (USART Baud Rate Register High)
Keterangan:
Baud     = Baud Rate (bps)
fosc        = Frekuensi Kristal
UBRR   = Nilai UBRR




read more “Pengenalan USART ATmega8535”

Kamis, 05 Januari 2012

INQUIRY LETTER

4 January 2012


Jane Smith, Executive Director
Xavier Foundation
555 S. Smith St.
Washington, D.C. 2
Dear Mr. Adam,

When we attended the International Electronics Trade Fair in London last month, we visited your stand and saw a very interesting demonstration of your automatic high-security garage doors. The ability to drive straight in and out of your garage from the comfort of your car, as well as your emphasis on theft protection appealed to us. We believe that there is a ready market for this in the United States.

Our company is a wholly owned subsidiary of the international Zetax Corporation, well-known in the security and theft prevention industry.

Would you please send us your current sales literature and price list? Of course, we will be glad to provide the usual credit and trade reverences if we decide to order from your company.


Sincerely


Brian Dendiatama

read more “INQUIRY LETTER”

Rabu, 04 Januari 2012

JAKA TARUB AND NAWANG WULANG

Jaka Tarub was a handsome and diligent young man. He lived in a village near a lake. One day, when Jaka Tarub passed the lake, he heard some giggles and laughs of some girls who were bathing in the lake. He was curious, so he peeped through the bushes. There were seven beautiful girls in the lake. They’re fairies from the heavenly kingdom of kahyangan. Jaka Tarub saw a scarf near the bushes. It belonged to one of the fairies. Jaka Tarub then took it and hid it.

Crack!!! Accidentally, Jaka Tarub stepped on a twig. “There’s someone!” said one of the fairies. “Let’s get back. Hurry!” she said. They pulled over and wear their scarf. “Where is my scarf?” one of the fairies couldn’t find her scarf. She was the youngest fairy called Nawang Wulan. They tried to search for it, but it was no where to be found. “We’re sorry, Wulan. We have to go back to kahyangan,” said the eldest fairy. “You’ll have to find it by yourself. We’ll wait for you in kahyangan,” she said in empathy. The other fairies then flew to the sky leaving Nawang Wulan behind. Nawang Wulan saw them leaving in tears. She was so sad.

“Excuse me …,” said Jaka Tarub, startling Nawang Wulan. “Are you okay?” he asked. Nawang Wulan moved backward, “Who are you?” she asked. “My name is Jaka Tarub. I was passing by and I heard you crying, so I came to see what happen,” Jaka Tarub lied. Nawang Wulan then told him about her problem. “I can’t fly without my scarf,” she said. Jaka Tarub then asked Nawang Wulan to come home with him. At first, Nawang Wulan refused the offer. But since she didn’t have anywhere else to go, Nawang Wulan then decided to follow Jaka Tarub.

Nawang Wulan stayed with Jaka Tarub in the village. A month passed, and they decided to get married. Nawang Wulan was willing to marry a human because she fell in love with Jaka Tarub. After a year, they had a beautiful daughter. They named her Kumalasari. They lived happily.

Jaka Tarub was also happy to live with Nawang Wulan and Kumalasari. Especially because he always got a lot of harvest since he married Nawang Wulan. He couldn’t even keep all of his harvest in the barn because it was always full. “It’s so weird. Nawang Wulan cooked everyday, but why is my barn always full,” Jaka Tarub mumbled to himself. He was so curious. One day, Jaka Tarub stayed at home. “I want to stay home today. I’d like to play with Kumalasari,” he said to his wife. “Well, I’ll go to the river to wash the clothes. Please keep an eye on Kumalasari,” asked Nawang Wulan. “I’m cooking rice now. Please do not open the pan cover before it’s done,” she said just before she left. “Could this be the secret?” Jaka Tarub thought. After Nawang Wulan left, he curiously opened the pan cover. He found only one single paddy. “How come?” he wondered.

Before lunch, Nawang Wulan came home. She headed to the kitchen to see the rice she had cooked. She found that the rice turned into only a few grains. “Did you open the pan cover?” she asked her husband. “I… I’m sorry. I was curious,” Jaka Tarub said as he realized his fault.

Ever since, Nawang Wulan had lost her power. She couldn’t cook rice with only a single paddy. Their paddy supply was slowly lessened. Their barn was almost empty. One day, Nawang Wulan went to the barn to get some paddy. When she took one of them, she found a scarf. “What’s this? This is my scarf,” said Nawang Wulan startled.

That night, Nawang Wulan asked her husband about the scarf. Jaka Tarub’s eyes widened, “You found it?” he asked. Jaka Tarub looked down and asked for her forgiveness. “Because I’ve found my scarf, it’s time for me to go back to where I belong,” Nawang Wulan said. Jaka Tarub tried to stop her, but Nawang Wulan had made up her mind. “Please take good care of Kumalasari,” she said. “If she wanted to see me, take seven grains of candlenut and put it into a basket. Shake it as you play the bamboo flute. I’ll come to see her,” she explained.

Jaka Tarub promised to take good care of their daughter. He once again asked for forgiveness for all of his mistakes. “I’ve forgiven you, so you don’t have to feel guilty. I must go now. Take care,” said Nawang Wulan as she flew to the bright full moon.
read more “JAKA TARUB AND NAWANG WULANG”

SANGKURIANG

Long time ago in West Java, lived a beautiful girl named Dayang Sumbi. She was also smart and clever. Her beauty and intelligence made a prince from the heavenly kingdom of Kahyangan desire her as his wife. The prince asked permission from his father to marry Dayang Sumbi. People from Kahyangan could never live side by side with humans, but his father approved on one condition, when they had a child, the prince would transform into a dog. The prince accepted the condition.

They get married and lived happily in the woods until Dayang Sumbi gave birth to a baby boy. The prince then changed into a dog named Tumang. Their son is named Sangkuriang. He was very smart and handsome like his father. Everyday, he hunted animals and looked for fruits to eat. One day, when he was hunting, Sangkuriang accidentally killed Tumang. His arrow missed the deer he was targeting and hit Tumang instead. He went home and tells her mother about the dog. “What?” Dayang Sumbi was appalled. Driven by sadness and anger, she grabbed a weaving tool and hit Sangkuriang’s head with it. Dayang Sumbi was so sad; she didn’t pay any attention to Sangkuriang and started to cry.

Sangkuriang feel sad and also confused. How can his mother love a dog more than him? Sangkuriang then decided to go away from their home and went on a journey. In the morning, Dayang Sumbi finally stopped crying. She started to feel better, so she went to find Sangkuriang. But her son was no where to be found. She looked everywhere but still couldn’t find him. Finally, she went home with nothing. She was exhausted. She fell asleep, and in her dream, she meets her husband. “Dayang Sumbi, don’t be sad. Go look for my body in the woods and get the heart. Soak it with water, and use the water to bathe, and you will look young forever,” said the prince in her dream. After bathing with the water used to soak the dog’s heart, Dayang Sumbi looked more beautiful and even younger.

And time passed by. Sangkuriang on his journey stopped at a village and met and fell in love with a beautiful girl.He didn't realize that the village was his homeland and the beautiful girl was his own mother, Dayang Sumbi. Their love grew naturally and he asked the girl to marry him. One day, Sangkuriang was going on a hunt. He asked Dayang Sumbi to fix the turban on his head. Dayang Sumbi was startled when she saw a scar on his head at the same place where she, years ago, hit Sangkuriang on the head.

After the young man left, Dayang Sumbi prayed for guidance. After praying, she became convinced that the young man was indeed her missing son. She realized that she had to do something to prevent Sangkuriang from marrying her. But she did not wish to disappoint him by cancelling the wedding. So, although she agreed to marry Sangkuriang, she would do so only on the condition that he provides her with a lake and built a beautiful boat, all in one night.

Sangkuriang accepted this condition without a doubt. He had spent his youth studying magical arts. After the sun went down, Sangkuriang went to the hill. Then he called a group of genie to build a dam around Citarum River. Then, he commands the genies to cut down trees and build a boat. A few moments before dawn, Sangkuriang and his genie servants almost finished the boat.

Dayang Sumbi, who had been spying on him, realised that Sangkuriang would fulfill the condition she had set. Dayang Sumbi immediately woke all the women in the village and asked them to wave a long red scarf. All the women in the village were waving red scarf, making it look as if dawn was breaking. Deceived by false dawn, the cock crowed and farmers rose for the new day.

Sangkuriang’s genie servants immediately dropped their work and ran for cover from the sun, which they feared. Sangkuriang grew furious. With all his anger, he kicked the unfinished boat. The boat flew and landed on a valley. The boat then became a mountain, called Mount Tangkuban Perahu (Tangkuban means upturned or upside down, and Perahu means boat). With his power, he destroyed the dam. The water drained from the lake becoming a wide plain and nowadays became a city called Bandung (from the word Bendung, which means Dam).

read more “SANGKURIANG”

Sabtu, 24 Desember 2011

Mengenal IT Forensik

IT merupakan sebuah istilah untuk menjelaskan apa saja tentang teknologi yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. Contoh teknologi ini adalah Komputer, telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (mobile). kata Forensik merupakan bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains.


jadi IT Forensik adalah sebuah lembaga seperti kepolisian yang menelusuri kejahatan-kejahatan dalam dunia computer/internet, dimana dalam melakukan penyelidikan melalui sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem computer dengan menggunakan software dan tool untuk mengambil dan memelihara barang bukti tindakan kriminal.
Prosedur dalah IT Forensik sebagai berikut :

Prosedur Forensik yang umum digunakan adalah :

1. Membuat copies dari keseluruhan log data, files, daln lain-lain yang dianggap perlu pada media terpisah.
2. Membuat finerptint dari data secara matematis.
3. Membuat fingerprint dari copies secvara otomatis.
4. Membuat suatu hashes masterlist
5. Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan.

IT Audit 
Kata Audit atau dalam arti bahasa kita adalah pemeriksaan dan evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.

Jadi IT Audit merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat melindungi aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien

sumber:
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Information_technology
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Forensik
  • http://kingtiger.blog.com/2011/03/29/perbedaan-it-forensik-dan-it-audit/
  • http://arifust.web.id/2011/03/13/it-forensik-dan-it-audit/
read more “Mengenal IT Forensik”

Kamis, 19 Januari 2012

Pengenalan USART ATmega8535

USART (Universal Syschronous Asynchronous Received Transmitter) merupakan salah satu mode komunikasi yang dimiliki oleh Mikrokontroler ATMega8535. USART memiliki 2 pin (RxD dan TxD) untuk Asynchronous dan 3 bit TxD, RxD, xCK untuk Synchronous.

Untuk mengatur komunikasi USART dilakukan melalui beberapa register yaitu :

UDR (USART Data Register) adalah register yang paling penting dalam komunikasi serial ini. Sebab data yang dikirim keluar harus ditempatkan pada register ini, sedang data yang diterima dari luar dapat dibaca pada register ini pula. Pada intinya register UDR digunakan sebagai buffer untuk menyimpan data, baik yang akan dikirim maupun yang akan diterima.



Seperti yang dapat dilihat pada gambar, sejatinya UDR adalah terdiri dari 2 buah register terpisah, dengan alamat dan nama yang sama, yakni UDR. Saat kita menulis data pada UDR ini, maka  sebenarnya kita menulis data pada UDR (Write) yang kemudian USART mem-frame dengan bit-bit frame dan segera akan segera mengirimkan data tersebut secara serial. Saat kita membaca UDR, sebenarnya adalah membaca UDR (Read). Data yang diterima secara serial akan disimpan dalam register tersebut, setelah hadirnya stop bit, maka USART akan membuang frame dan menyiapkan data pada UDR (Read ) sehingga dapat segera di ambil. Kita dapat menggunakan instruksi OUT dan IN untuk menulis dan membaca register UDR ini.    
UCSRA (USART Control dan Status Register A)
adalah register yang penting. Sebegian besar adalah berisi status dari dari proses transfer komunikasi serial itu sendiri. Adapun penjelasan dari bit-bit tersebut adalah:
 Keterangan Per-bit:

Bit 7 – RxC: USART Receive Complete 
Bit ini menjadi tinggi jika ada data yang masih belum diambil atau dibaca di dalam buffer penerima ( UDR-read ). Bit ini akan otomatis rendah setelah buffer penerima telah dibaca. Jika Unit Penerima tiba-tiba dimatikan setelah diaktifkan, maka isi dalam buffer penerima akan langsung dibuang (flushed) dan bit RxC ini akan langsung dibuat rendah. Bit ini juga bisa mengaktifkan instrupsi “Receive Complete interrupt ”. Lihat penjelasan tentang bit RxCIE. Untuk mengetahui penerimaan data jika high (1) ada data baru dan jika low (0) tidak ada data baru.

Bit 6 – TxC: USART Transmit Complete
Bit ini akan otomatis tinggi saat semua frame dalam shift-register pengiriman telah digeser semuanya keluar dan jika tidak ada data baru yang berarada dalam buffer pengiriman (UDR-write). Bit TxC ini akan otomatis rendah setelah “Transmit Complete interrupt ” dijalankan, atau dengan meng-clearkan secara manual dengan cara menulis bit ini dengan nilai 1’s (tinggi). Bit TxC ini pula dapat membangkitan “Transmit Complete interrupt ”. Lihat penjelasan tentang bit TxCIE. Untuk mengetahui pengiriman data, jika high (1) ada data baru dan jika low (0) tidak ada data baru.

Bit 5 – UDRE: USART Data Register Empty
Bit UDRE ini adalah untuk menjadikan tanda jika buffer pengiriman (UDR-write) telah siap untuk diberikan data baru. Bit ini akan bernilai 1 (tinggi) , berarti kita saat itu boleh menulis UDR. Bit ini dapat membangkitkan UDRIE atau “Data Register Empty interrupt ”. Lihat penjelasan tentang bit UDRIE. Bit ini setelah reset langsung bernilai 1, yang berarti siap untuk melakukan pengiriman.

Bit 4 – FE: Frame Error
Bit ini otomatis menjadi tinggi jika saat menerima data, ternyata ada kesalahan dari frame yang diterima. Misalnya saat Unit penerima seharusnya menunggu sebuah bit Stop, ternyata data yang ada adalah 0 (rendah). Bit ini valid setelah kita membaca UDR. Harap selalu menulis bit ini dengan 0 (rendah ) saat kita sedang menulis UCSRA.

Bit 3 – DOR: Data OverRun
Bit ini akan menjadi tinggi saat kondisi overrun terjadi. Kondisi ini terjadi saat buffer penerima sudah penuh dan berisi 2 data karakter, dimana data karakter terakhir tidak bisa dipindahkan ke UDR-read, karena tidak kunjung dibaca oleh user. Bit ini valid setelah kita membaca UDR. Harap selalu menulis bit ini dengan 0 (rendah ) saat kita sedang menulis UCSRA.

Bit 2 – PE: Parity Error
Bit ini akan menjadi tinggi saat karakter yang sedang diterima ternyata memiliki format parity yang salah. Tentu saja hal ini terjadi jika bit parity checking diaktifkan (UPM1 = 1). Bit ini valid setelah kita membaca UDR. Harap selalu menulis bit ini dengan 0 (rendah ) saat kita sedang menulis UCSRA.

Bit 1 – U2X: Double the USART Transmission Speed
Bit ini hanya berlaku untuk operasi tak sinkron (asynchronous). Jika bit ini kita tulis dengan 1’s (tinggi) maka baud rate akan menjadi lebih cepat 2 kali. Hal itu terjadi karena pembagi baud rate yang biasanya membagi 16 kemudian menbagi menjadi dengan 8 saja. Tulis bit ini dengan 0’s (rendah) untuk oprasi sinkron (synchronous).

Bit 0 – MPCM: Multi-processor Communication Mode Bit ini digunakan untuk mode komunikasi Multi-Prosesor. Saat bit PMCM ini dibuat menjadi tinggi maka setiap data yang diterima oleh unit penerima, namun tidak dilengkapi dengan informasi alamat, data yang benar, maka akan diabaikan. Bit ini hanya berguna untuk penerima, dan bukan untuk pengirim.


UCSRB (USART Control dan Status Register B) 
adalah register yang penting. Sebagian besar adalah berisi status dari dari proses transfer komunikasi serial itu sendiri. Adapun penjelasan dari bit-bit tersebut adalah:
 Keterangan Per-bit:

Bit 7 – RxCIE: RX Complete Interrupt Enable
Menulis bit ini menjadi tinggi akan mengaktifkan instrupsi yang berkaitan dengan bit RxC. "USART Receive Complete interrupt" akan terjadi hanya jika bit RxCIE ini dan bit I (Global Inteurpt) milik register SREG adalah 1's (Tinggi), dan ada tingginya bit RxC milik UCSRA.

Bit 6 – TxCIE: Tx Complete Interrupt Enable
Menulis bit ini menjadi tinggi maka akan mengaktifkan interupsi pada bit TxC, yakni "USART Transmit Complete interrupt" yang akan menjalankan interupsi setiap frame dari data pengiriman selasai dikirim atau dengan kata lain terjadi interupsi setiap bit TxC menjadi tinggi. Interupsi hanya bisa terjadi jika sebelumnya bit TxCIE ini di-set tinggi dan bit Global Interupt (I) milik register UCSRA juga di-set tinggi.

Bit 5 – UDRIE: USART Data Register Empty Interrupt Enable
Menulis bit ini menjadi tinggi maka akan mengaktifkan interupsi pada bit UDRE, yakni "Data Register Empty interrupt" yang akan menjalankan interupsi saat data pada buffer pengiriman sudah kosong atau dengan kata lain setiap bit UDRE menjadi tinggi. Interupsi hanya bisa terjadi jika sebelumnya bit UDRIE ini di-set tinggi dan bit Global Interupt (I) milik register UCSRA juga di-set tinggi.

Bit 4 – RxEN: Receiver Enable
Agar unit penerima dari USART dapat bekerja, maka bit RxEN ini harus dibuat tinggi sebelumnya. Begitu dibuat tinggi, pin RxD akan diputus sebagai standar I/O dan dihubungkan dengan unit penerima USART ini. Namun jika tiba-tiba bit RxEN ini dibuat rendah kembali setelah tadinya tinggi, maka unit penerima USART akan segera menghentikan kerjanya dan membatalkan proses penerimaan data, serta membersihkan buffer penerimaan, termasuk juga bit FE, DOR, dan PE.

Bit 3 – TxEN: Transmitter Enable
Agar unit pengirim USART dapat bekerja, maka bit TxEN ini harus dibuat tinggi sebelumnya. Begitu dibuat tinggi, pin TxD akan diputus dari standar I/O dan dihubungkan dengan unit pengirim USART ini. Namun jika tiba-tiba bit TxEN ini dibuat rendah kembali setelah tadinya tinggi, maka unit pengirim USART masih harus menyelesaikan tugasnya yang terakhir, yakni mengirim data yang tersisa. Baru kemudian iUnit pengiriman USART akan berhenti dan mengembalikan port TxD menjadi standar I/O kembali.

Bit 2 – UCSZ2: Character Size
Bit ini adalah pasangan dari Bit UCSZ1 dan bit UCSZ0 milik register UCSRC, untuk menentukan jumlah data yang hendak ditransfer.

Bit 1 – RxB8: Receive Data Bit 8
Jika kita menggunakan format penerimaan data 9-bit maka bit yang terakhir yang diterima akan ditempatkan pada bit RxB8 ini. Pabrik menyarankan untuk membaca bit ini terlebih dahulu sebelum membaca 8-bit data lainnya di UDR. 

Bit 0 – TxB8: Transmit Data Bit 8 
Jika kita menggunakan format pengiriman data 9-bit maka bit yang terakhir yang hendak dikirim ditempatkan pada bit TxB8 ini. Pabrik menyarankan untuk menulis bit ini terlebih dahulu sebelum menulis 8-bit data lainnya di UDR.


UCSRC (USART Control dan Status Register C) 
regsiter ini adalah register penting, untuk melakukan kontrol pada peralatan USART. Namuin jika tidak menggunakan fungsi USART, maka boleh mengabaikan register ini seperti dalam keadaan resetnya. dengan nilai $96, yang berarti bahwa sedang meggunakannya sebagai UART, Parity-none, 1 stop bit, ukuran data 8-bit (UCSZ2 = 0).

Catatan       :  Register UCSRC adalah berbagi alamat I/O yang sama dengan register UBBRH. Lihat bagaimana mengakses UBBRH dan UCSRC pada “Accessing UBRRH/UCSRC Registers” untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap.

Bit 7 – URSEL: Register Select
Saat akan menulis port $20 maka ada dua register yang akan akan diakses, yang ditentukan dari D7 dari data yang dituliskan. Jika D7 (MSB) adalah 1 atau datanya diatas $80 maka sedang menuliskan  data pada UCSRC. Sedang jika data yang hendak dituliskan adalah dibawah $80, maka kita sedang menulis UBRRH. Bagaimana saat membaca UCSRC, pastikan sebelumnya bit ini dalam keadaan tinggi sebelumnya membaca lokasi $20 ini.

Bit 6 – UMSEL: USART Mode Select
Bit ini untuk memilih USART dijadikan mode Taksinkron (Asynchronous)  atau Sinkron (Synchronous). 

Tabel Pengaturan Mode Operasi


UMSEL
MODE
0
Asynchronous Operation
1
Synchronous Operation

Bit 5:4 – UPM1:0: Parity Mode 
Bit-bit ini adalah untuk menghidupkan pembangkit dan pemeriksa  parity. Jika diaktifkan maka akan otomatis membangkitkan parity pada setiap data yang dikirimkan dan akan memeriksa validitas parity dari setiap data yang diterima. Pada Unit penerima kita akan mendapatkan parity yang diterima, kemudian parity tersebut akan dibandingkan dengan status dari UMP0. Jika ternyata tidak cocok, maka bendera bit PE (Parity Error) pada UCSRA akan diaktifkan. 

Tabel Pengaturan Parity


UPM1
UPM0
PARITY MODE
0
0
Disabled
0
1
Reserved
1
0
Enabled, Even Parity
1
1
Enabled, Odd Parity

Bit 3 – USBS: Stop Bit Select 
Dengan membiarkan bit in menjadi 0 maka frame akan dilengkapi dengan Stop-bit selebar 1-bit. Sedang jika bit ini ditulis tinggi, maka bit stop menjadi 2-bit. Stop bit sepanjang 2-bit ini biasanya diperlukan bagi system lain yang terhubung dengan AVR akan memiliki waktu yang cukup untuk memproses data yang baru saja diterimanya, dan sudah berar-benar siap untuk menerima data berikutnya. Unit penerima USART tidak menggunakan bit ini. 

Tabel Jumlah Bit Sebagai Bit Stop

USBS
STOP BIT (s)
0
1-Bit
1
2-Bit

Bit 2:1 – UCSZ1:0: Character Size 
Menentukan karakter dari data yang hendak dikirimkan dan diterima haruslah merujuk pada bit-bit ini. Yakni bit UCSZ1 dan bit UCSZ0 milik register ini. Ditambah dengan bit UCSZ2 pada register UCSRB.

Tabel Jumlah Data Yang Di Transfer


UCSZ2
UCSZ1
UCSZ0
CHARACTER SIZE
0
0
0
5-Bit
0
0
1
6-Bit
0
1
0
7-Bit
0
1
1
8-Bit
1
0
0
Reserved
1
0
1
Reserved
1
1
0
Reserved
1
1
1
9-Bit

Bit 0 – UCPOL: Clock Polarity 
Bit ini hanya digunakan pada mode Synchronous. Dalam mode ini akan direlasikan antara daya yang diterima dan data yang dikirm dan disinkronkan dengan status dari XCX (synchronous clock). Perhatikan tabel 5 untuk mendalami bagaimana singkronikasi terjadi untuk ujung XCX (edge) yang berbeda dengan mengatur bit UCPOL ini.

Tabel Pengaturan Polaritas Dalam Mode Synchronous


UCPOL
Transmitted Data
Changed (Output of TxD Pin)
Received Data Sampled
(Input on RxD Pin)
0
Falling xCK Edge
Rising xCK Edge
1
Rising xCK Edge
Falling xCK Edge


UBRR (USART Baud Rate Register)
akhirnya kita mendapati register yang menentukan baud rate dari peralatan USART yang kita gunakan. Sebagaimana biasanya, baud rate antara AVR (sumber) dan device target haruslah sama. Hal ini menjadi sangat penting agar tidak ada transfer data palsu yang isinya diluar kemauan.



Catatan:
Register UBRRH adalah berbagi alamat I/O yang sama dengan register UBBRH. Lihat bagaimana mengakses UBBRH dan UCSRC pada “Accessing UBRRH/UCSRC Registers” untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap.

Bit 15 – URSEL: Register Select
Bit ini untuk memilih dalam mengakses alamat port $20. Seperti yang kita tahu bahwa alamat port ini dimiliki oleh 2 buah regsiter yang berbeda, yakni UBRRH dan UCSRC. Saat kita hendak menulis UBBRH maka pastikan data bit MSB atau D7 harus rendah.

Bit 14:12 – Reserved Bits
Bit ini tidak digunakan saat ini. Mungkin akan digunakan pada produksi berikutnya. Oleh karena itu kita disarankan untuk tidak menulisnya dengan nilai 1 pada bit-bit yang tidak digunakan. 

Bit 11:0 – UBRR11:0: USART Baud Rate Register 
Ini adalah merupakan register 12-bit yang mana berisi dengan pengatur baud rate USART. Register ini adalah pasangan dari register UBBRH dan UBRRL, dimana UBBRL berisi 8-bit LSB (bit-bit terbawah) dan sisanya dimiliki oleh UBRRH. Mengubah nilai dari register ini saat transmisi berlangsung, akan menyebabkan kesalahan transmisi, karena baud rate akan langsung berubah seiring dengan berubahnya nilai dari register ini.

Tabel UBRRH (USART Baud Rate Register High)
Keterangan:
Baud     = Baud Rate (bps)
fosc        = Frekuensi Kristal
UBRR   = Nilai UBRR




Kamis, 05 Januari 2012

INQUIRY LETTER

4 January 2012


Jane Smith, Executive Director
Xavier Foundation
555 S. Smith St.
Washington, D.C. 2
Dear Mr. Adam,

When we attended the International Electronics Trade Fair in London last month, we visited your stand and saw a very interesting demonstration of your automatic high-security garage doors. The ability to drive straight in and out of your garage from the comfort of your car, as well as your emphasis on theft protection appealed to us. We believe that there is a ready market for this in the United States.

Our company is a wholly owned subsidiary of the international Zetax Corporation, well-known in the security and theft prevention industry.

Would you please send us your current sales literature and price list? Of course, we will be glad to provide the usual credit and trade reverences if we decide to order from your company.


Sincerely


Brian Dendiatama

Rabu, 04 Januari 2012

JAKA TARUB AND NAWANG WULANG

Jaka Tarub was a handsome and diligent young man. He lived in a village near a lake. One day, when Jaka Tarub passed the lake, he heard some giggles and laughs of some girls who were bathing in the lake. He was curious, so he peeped through the bushes. There were seven beautiful girls in the lake. They’re fairies from the heavenly kingdom of kahyangan. Jaka Tarub saw a scarf near the bushes. It belonged to one of the fairies. Jaka Tarub then took it and hid it.

Crack!!! Accidentally, Jaka Tarub stepped on a twig. “There’s someone!” said one of the fairies. “Let’s get back. Hurry!” she said. They pulled over and wear their scarf. “Where is my scarf?” one of the fairies couldn’t find her scarf. She was the youngest fairy called Nawang Wulan. They tried to search for it, but it was no where to be found. “We’re sorry, Wulan. We have to go back to kahyangan,” said the eldest fairy. “You’ll have to find it by yourself. We’ll wait for you in kahyangan,” she said in empathy. The other fairies then flew to the sky leaving Nawang Wulan behind. Nawang Wulan saw them leaving in tears. She was so sad.

“Excuse me …,” said Jaka Tarub, startling Nawang Wulan. “Are you okay?” he asked. Nawang Wulan moved backward, “Who are you?” she asked. “My name is Jaka Tarub. I was passing by and I heard you crying, so I came to see what happen,” Jaka Tarub lied. Nawang Wulan then told him about her problem. “I can’t fly without my scarf,” she said. Jaka Tarub then asked Nawang Wulan to come home with him. At first, Nawang Wulan refused the offer. But since she didn’t have anywhere else to go, Nawang Wulan then decided to follow Jaka Tarub.

Nawang Wulan stayed with Jaka Tarub in the village. A month passed, and they decided to get married. Nawang Wulan was willing to marry a human because she fell in love with Jaka Tarub. After a year, they had a beautiful daughter. They named her Kumalasari. They lived happily.

Jaka Tarub was also happy to live with Nawang Wulan and Kumalasari. Especially because he always got a lot of harvest since he married Nawang Wulan. He couldn’t even keep all of his harvest in the barn because it was always full. “It’s so weird. Nawang Wulan cooked everyday, but why is my barn always full,” Jaka Tarub mumbled to himself. He was so curious. One day, Jaka Tarub stayed at home. “I want to stay home today. I’d like to play with Kumalasari,” he said to his wife. “Well, I’ll go to the river to wash the clothes. Please keep an eye on Kumalasari,” asked Nawang Wulan. “I’m cooking rice now. Please do not open the pan cover before it’s done,” she said just before she left. “Could this be the secret?” Jaka Tarub thought. After Nawang Wulan left, he curiously opened the pan cover. He found only one single paddy. “How come?” he wondered.

Before lunch, Nawang Wulan came home. She headed to the kitchen to see the rice she had cooked. She found that the rice turned into only a few grains. “Did you open the pan cover?” she asked her husband. “I… I’m sorry. I was curious,” Jaka Tarub said as he realized his fault.

Ever since, Nawang Wulan had lost her power. She couldn’t cook rice with only a single paddy. Their paddy supply was slowly lessened. Their barn was almost empty. One day, Nawang Wulan went to the barn to get some paddy. When she took one of them, she found a scarf. “What’s this? This is my scarf,” said Nawang Wulan startled.

That night, Nawang Wulan asked her husband about the scarf. Jaka Tarub’s eyes widened, “You found it?” he asked. Jaka Tarub looked down and asked for her forgiveness. “Because I’ve found my scarf, it’s time for me to go back to where I belong,” Nawang Wulan said. Jaka Tarub tried to stop her, but Nawang Wulan had made up her mind. “Please take good care of Kumalasari,” she said. “If she wanted to see me, take seven grains of candlenut and put it into a basket. Shake it as you play the bamboo flute. I’ll come to see her,” she explained.

Jaka Tarub promised to take good care of their daughter. He once again asked for forgiveness for all of his mistakes. “I’ve forgiven you, so you don’t have to feel guilty. I must go now. Take care,” said Nawang Wulan as she flew to the bright full moon.

SANGKURIANG

Long time ago in West Java, lived a beautiful girl named Dayang Sumbi. She was also smart and clever. Her beauty and intelligence made a prince from the heavenly kingdom of Kahyangan desire her as his wife. The prince asked permission from his father to marry Dayang Sumbi. People from Kahyangan could never live side by side with humans, but his father approved on one condition, when they had a child, the prince would transform into a dog. The prince accepted the condition.

They get married and lived happily in the woods until Dayang Sumbi gave birth to a baby boy. The prince then changed into a dog named Tumang. Their son is named Sangkuriang. He was very smart and handsome like his father. Everyday, he hunted animals and looked for fruits to eat. One day, when he was hunting, Sangkuriang accidentally killed Tumang. His arrow missed the deer he was targeting and hit Tumang instead. He went home and tells her mother about the dog. “What?” Dayang Sumbi was appalled. Driven by sadness and anger, she grabbed a weaving tool and hit Sangkuriang’s head with it. Dayang Sumbi was so sad; she didn’t pay any attention to Sangkuriang and started to cry.

Sangkuriang feel sad and also confused. How can his mother love a dog more than him? Sangkuriang then decided to go away from their home and went on a journey. In the morning, Dayang Sumbi finally stopped crying. She started to feel better, so she went to find Sangkuriang. But her son was no where to be found. She looked everywhere but still couldn’t find him. Finally, she went home with nothing. She was exhausted. She fell asleep, and in her dream, she meets her husband. “Dayang Sumbi, don’t be sad. Go look for my body in the woods and get the heart. Soak it with water, and use the water to bathe, and you will look young forever,” said the prince in her dream. After bathing with the water used to soak the dog’s heart, Dayang Sumbi looked more beautiful and even younger.

And time passed by. Sangkuriang on his journey stopped at a village and met and fell in love with a beautiful girl.He didn't realize that the village was his homeland and the beautiful girl was his own mother, Dayang Sumbi. Their love grew naturally and he asked the girl to marry him. One day, Sangkuriang was going on a hunt. He asked Dayang Sumbi to fix the turban on his head. Dayang Sumbi was startled when she saw a scar on his head at the same place where she, years ago, hit Sangkuriang on the head.

After the young man left, Dayang Sumbi prayed for guidance. After praying, she became convinced that the young man was indeed her missing son. She realized that she had to do something to prevent Sangkuriang from marrying her. But she did not wish to disappoint him by cancelling the wedding. So, although she agreed to marry Sangkuriang, she would do so only on the condition that he provides her with a lake and built a beautiful boat, all in one night.

Sangkuriang accepted this condition without a doubt. He had spent his youth studying magical arts. After the sun went down, Sangkuriang went to the hill. Then he called a group of genie to build a dam around Citarum River. Then, he commands the genies to cut down trees and build a boat. A few moments before dawn, Sangkuriang and his genie servants almost finished the boat.

Dayang Sumbi, who had been spying on him, realised that Sangkuriang would fulfill the condition she had set. Dayang Sumbi immediately woke all the women in the village and asked them to wave a long red scarf. All the women in the village were waving red scarf, making it look as if dawn was breaking. Deceived by false dawn, the cock crowed and farmers rose for the new day.

Sangkuriang’s genie servants immediately dropped their work and ran for cover from the sun, which they feared. Sangkuriang grew furious. With all his anger, he kicked the unfinished boat. The boat flew and landed on a valley. The boat then became a mountain, called Mount Tangkuban Perahu (Tangkuban means upturned or upside down, and Perahu means boat). With his power, he destroyed the dam. The water drained from the lake becoming a wide plain and nowadays became a city called Bandung (from the word Bendung, which means Dam).

Sabtu, 24 Desember 2011

Mengenal IT Forensik

IT merupakan sebuah istilah untuk menjelaskan apa saja tentang teknologi yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. Contoh teknologi ini adalah Komputer, telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (mobile). kata Forensik merupakan bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains.


jadi IT Forensik adalah sebuah lembaga seperti kepolisian yang menelusuri kejahatan-kejahatan dalam dunia computer/internet, dimana dalam melakukan penyelidikan melalui sekumpulan prosedur untuk melakukan pengujian secara menyeluruh suatu sistem computer dengan menggunakan software dan tool untuk mengambil dan memelihara barang bukti tindakan kriminal.
Prosedur dalah IT Forensik sebagai berikut :

Prosedur Forensik yang umum digunakan adalah :

1. Membuat copies dari keseluruhan log data, files, daln lain-lain yang dianggap perlu pada media terpisah.
2. Membuat finerptint dari data secara matematis.
3. Membuat fingerprint dari copies secvara otomatis.
4. Membuat suatu hashes masterlist
5. Dokumentasi yang baik dari segala sesuatu yang telah dikerjakan.

IT Audit 
Kata Audit atau dalam arti bahasa kita adalah pemeriksaan dan evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.

Jadi IT Audit merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat melindungi aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien

sumber:
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Information_technology
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Forensik
  • http://kingtiger.blog.com/2011/03/29/perbedaan-it-forensik-dan-it-audit/
  • http://arifust.web.id/2011/03/13/it-forensik-dan-it-audit/